Bisa Mendarat di Tembok, Drone ini akan Bantu Daerah Bencana

Belakangan kita sudah melihat perkembangan signifikan dari drone bersayap. Seperti mendarat secara vertikal, mendarat tanpa roda, hingga take-off dengan cara yang tidak biasa. Kali ini tim dari Sherbrooke University tengah mengembangkan drone dengan kemampuan mendarat di permukaan vertikal alias tembok.

Sherbrooke Multimodal Autonomous Drone atau disingkat S-MAD berhasil memenangkan gelar Best Robotics Paper Award di ajang Living Machine 2017. Tim dibalik pembuatan drone mengaku terinspirasi dari cara burung mengubah arah gerakan sayapnya agar bisa hinggap di pohon.

Mekanisme S-MAD terhitung sederhana, tetapi tim peneliti harus melakukan ribuan simulasi supaya drone dapat bekerja sesuai harapan.

Foto bagaimana S-MAD melakukan manuver pendaratan

Drone dengan sayap ini terbang seperti biasa, kemudian saat mendeteksi tembok di depannya, kecepatan drone akan diturunkan kemudian bermanuver dan terbang secara vertikal mendekati target. Kaki drone berfungsi sebagai peredam sekaligus perekat dengan tembok. Proses ini berlangsung sangat singkat.

Menurut tim di ujung kaki drone terdapat bahan yang mampu merekat dengan baik di berbagai permukaan, misalnya tembok, beton, atau plester. Saat akan terbang kembali, propeller akan memberi tekanan ke bawah sehingga drone bisa lepas untuk kemudian mengganti orientasinya ke mode penerbangan normal.

Dengan kemampuan seperti ini, tim berharap S-MAD dapat diandalkan untuk inspeksi daerah bencana dimana lokasi tanah yang rata sulit dijumpai.

Berikut video demonstrasi S-MAD:

sumber: SEFSED

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *