Bisa Meresponi Suara, Awan Melayang ini Dibanderol Rp 60 Juta

Hanya sebuah lampu berbentuk awan dengan fitur levitasi magnet

Sejak 2014 lalu desainer Richard Clarkson tengah bereksperimen dengan awan buatan untuk interior rumah. Awan tersebut digantung di plafon dan bisa menyala, memberikan efek cuaca yang dramatis. Kini tim desainer merilis versi terbarunya dengan banyak improvisasi.

Tahun lalu tim Clarkson merilis replika awan yang benar-benar bisa melayang. Dijuluki Making Weather, awan ini memiliki speaker Bluetooth yang bisa dikontrol lewat smartphone. Sayangnya tim desainer merasa keberadaan speaker memboroskan baterai dan membuat awan menjadi lebih berat.

Richard Clarkson mengganti speaker dengan fitur lampu adaptif terhadap suara

Kini di versi terbaru Clarkson menghapus speaker supaya awan dapat melayang lebih tinggi sekaligus mengurangi konsumsi baterai. Di sisi lain pihaknya yakin semua orang sudah memiliki speaker di rumah, baik itu pada smartphone maupun headset. Dengan begitu speaker di awan tampak tidak terlalu berguna.

Meski demikian Floating Cloud memiliki sensor yang bisa mendengar suara dari sekitar dan meresponinya lewat nyala lampu LED. Di dalamnya juga terdapat baterai lithium-ion berkapasitas 6.600 mAh yang bisa diisi ulang.

 

Pengisian baterai menggunakan port MicroUSB di dalam

Sayangnya lampu berbentuk awan dengan kemampuan levitasi magnet ini hanya diproduksi 100 unit saja, dan setiap unit dihargai sekitar Rp 60 juta. Tim desainer Richard Clarkson menyebut pembuatan dilakukan secara manual menggunakan tangan agar menjaga detail realistis serta kualitas produk nantinya.

Berminat memilikinya? Kamu dapat mengunjungi halaman belanja Richard Clarkson.

sumber: SEFSED

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *