Inovasi Terbaru: Lampu Hemat Energi Bebas Merkuri

 

Larangan untuk membeli dan menggunakan lampu bohlam atau lampu pijar di Indonesia sampai saat ini masih belum terdengar. Sedangkan di banyak negara, pemerintahnya sudah mengeluarkan larangan pembelian dan penggunaan lampu bohlam, seperti Australia, Jerman, USA, Inggris, Venezuela dll.

Australi termasuk negara pertama yang pada tahun 2007 mengumumkan untuk menghentikan penggunaan lampu bohlam mulai tahun 2010. Pemerintah Australia berpendapat bahwa dengan menghentikan penggunaan lampu bohlam ini maka emisi 4 juta ton gas rumah  kaca akan dikurangi per tahun.

Lampu berbalut kaca dengan filamen wolfram ini memang harganya murah namun memiliki kontroversi efisiensi penerangan yang sangat rendah, dengan kata lain energi yang dihasilkan lebih banyak untuk menghasilkan panas hampir 95% dan yang menjadi cahaya penerangan hanya 5%.

Apa pengganti lampu bohlam ??

  • ada lampu hemat energi, dalam bentuk kompak (CFL) atau neon (FL),

Lampu hemat energi tahan lebih lama dan efisiensi energinya pun lebih tinggi dibandingkan lampu bohlam, kekurangan lampu hemat energi ini tidak langsung terang, pengenalan warna tidak baik dan sampahnya mengandung merkuri.

  • ada juga yang lebih mahal dan cukup terkenal sekarang, yang disebut lampu LED.

Lampu LED lah yang terbaik menurut para ahli, baik itu dilihat dari efisiensi, ketahanan dan kemampuan pengenalan warnanya, kekurangannya harga yang masih mahal.

Walaupun sampai saat ini tidak ada larangan dari pemerintah Indonesia untuk membeli dan menggunakan lampu bohlam, menurut[1] “penjualan  lampu hemat energi mencapai 220 juta unit  pada Januari-Agustus 2012 atau tumbuh sekitar 22% dibandingkan  periode yang sama tahun lalu (180 juta unit)” … hal ini bagi saya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah melihat kelebihan lampu hemat energi dibandingkan lampu bohlam.

Namun walaupun begitu, lampu hemat energi ini bila selesai pakai pembuangannya harus benar. Kandungan merkuri di dalamnya adalah ganjalan alam yang tidak aman untuk lingkungan. Di Jerman, walaupun masyarakatnya banyak yang sudah sadar lingkungan, masalah kandungan merkuri di dalam lampu hemat energi ini masih membuat para ahli lingkungan pusing kepala. Kenapa ?? Karena lampu hemat energi bekas pakai ini masih saja dibuang sembarangan ke sampah rumah tangga, tanpa memikirkan akibat kebocoran merkuri ke tanah atau air tanah. Padahal pemerintah setempat telah menyediakan tempat penerimaan untuk lampu hemat energi dan batere bekas.

Nah …. untunglah, belum lama ini, seorang doktor Jerman Rainer Kling dkk berhasil menemukan sebuah lampu hemat energi tanpa merkuri. Nama lampunya “3rdPPBulb” harganya tidak semahal LED, dapat diredupkan, efisien dan tentu saja BEBAS MERKURI !! Selamat DR Kling ….

Nah …. Indonesia, masih ragu untuk melarang lampu bohlam ?? Bagaimana dengan komitmen untuk turut meratifikasi usaha untuk mereduksi emisi CO2 ??? (ACJP)

Lampu Hemat Energi Bebas Merkuri 3PPBulb (sumber http://www.3ppbulb.com/)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *